Menghilangkan space 1 pixel diantara tabel pada microsoft outlook 2007 dan 2010

Sering mengirimkan email html dengan tabel ke microsoft outlook dan bingung mengapa selalu ada space putih yang terlihat diantara tabel? Sebel kan rasanya? Berikut saya mendapat informasi tentang beberapa alternatif cara untuk menghilangkan space 1 pixel tersebut di microsoft outlook 2007 dan 2010.

Sebelumnya, teman-teman yang mengalami hal ini biasanya mereka yang mengirim email-email berformat HTML, atau mengirimkan newsletter. Dan ini juga sepertinya sudah jadi kelainan bawaan pada microsoft outlook sendiri. ย Sebagaimana membuat newsletter memerlukan testing dan re-testing, maka keanehan tampilan yang membuat ada space 1 pixel (semacam border putih) di tabel ketika dibuka di outlook inilah yang membuat saya gondok juga karena jadi harus testing dan re-testing teroooss…..

Berdasarkan pencarian dari google, alternatif cara menghilangkan space 1 pixel yang sepintas jadi seperti white border 1pixel pada tabel di microsoft outlook 2010 adalah sebagai berikut:

1. Yakinkan border tabel kamu itu sudah 0, beserta cellpadding dan cellspacing-nya dengan menambah style berikut

< table border='0' cellpadding='0' cellspacing='0' >

2. Tambahkan style CSS untuk table seperti ini

table {border-collapse: collapse;}

3. Jika kuman masih membandel juga, tambahkan lagi CSS berikut

table td { border-collapse: collapse; }

4. Jika masih membandel juga (kasus saya sampai level 4 bandelnya) tambahkan lagi dosis CSS-nya jadi seperti berikut

table td {
border-collapse: collapse;
mso-table-lspace:0pt;
mso-table-rspace:0pt;
}

5. Saya sih berharap belum ada yang sampai ke tahap ini, karena ilmu saya untuk menghilangkan space 1 pixel diantara tabel pada microsoft outlook cuma sampai level 4 hehe.

Jadi, jika ada space diantara tabel-nya masih membandel, mohon pencerahannya teman-teman sekalian.Bila ada yang menemukan alternatif lainnya juga saya harap bisa berbagi disini juga, biar kita semua bisa! ๐Ÿ™‚

Sumbar pencerahan: googling

Tips mempercepat loading time website part 1: Optimasi HTML

Apakah kamu merasa loading time website lemot? lama loadingnya? berarti loading time website harus dipercepat kalo tidak mau kehilangan visitor, berikut adalah tips-tipsnya ๐Ÿ™‚

Beberapa hal yang dapat dilakukan dari sisi optimasi HTML untuk mempercepat loading time website adalah sebagai berikut:

1. Perkecil ukuran file dan lakukan kompresi

  • buang kode-kode duplikat dan tidak perlu seperti kode-kode yang di ‘comment out’ baik secara php maupun html
  • lakukan styling hanya di CSS dan hindari styling langsung pada html
  • kompresi file html dengan gzip, sebenarnya ini lebih dilakukan di server (penyedia web hosting) untuk melakukan kompresi, karena dengan aktifnya kompresi gzip, otomatis meringankan beban server.
  • image dapat diperkecil ukurannya dengan software-software khusus, dengan photoshop misalnya, ada pilihan untuk ‘save for web’
  • penulisan dimensi image pada HTML dapat mempercepat loading browser, dengan catatan: gambar yang di load memiliki dimensi yang sama. jika tidak, itu sama saja memerintahkan browser untuk men’scale’ image lagi dan itu adalah load browser yang kurang perlu

2. Kurangi HTTP requests

  • setiap request yang dilakukan, menambah load time pada server, masalahnya ada requests yang bisa dilakukan secara bersamaan (CSS) dan ada yang harus menunggu satu request selesai dulu baru request selanjutnya dapat dijalankan (JS). Jika rasanya web page loading agak lama, bisa jadi terlalu banyak HTTP request di tag < HEAD > html.
  • jika bisa, JS ditempatkan di bagian footer saja
  • gabung file-file serupa: webpage yang me-load beberapa file CSS dan JS akan lebih lambat dari pada yang me-load hanya 1 file CSS dan JS.
  • gunakan ‘image sprite’ : satu file gambar untuk bermacam kebutuhan/class CSS. Tinggal gunakan property css ‘background-position’ untuk mengatur letak background sehingga cukup menampilkan bagian gambar yang diinginkan. Lebih lanjut tentang penggunaan image sprite untuk mempercepat loading time website disini.

3. Cache file-file yang biasa digunakan

  • prinsip dasar cache adalah: jika ada halaman yang di load pertama kali, cache menyimpan informasi tersebut, sehingga jika ada yang me-request halaman yang sama, cukup mengambil dari cache dan tidak usah melakukan request lagi ke server.
  • ada banyak plugin ‘cache’ untuk wordpress, tapi jika ingin melakukan cache manual, bermainlah di .htaccess (http://httpd.apache.org/docs/2.2/mod/mod_expires.html)

contoh: tambahkan kode berikut di .htaccess untuk meng-cache CSS dan Javascript kamu

ExpiresByType text/css "access plus 1 year"
ExpiresByType application/javascript "access plus 1 year"

Oke, baru segini nih yang saya tahu. Mohon masukkan jika ada tambahan ๐Ÿ™‚ Terima kasih sudah baca, semoga bermanfaat dan selamat berbagi, supaya kita semua bisa!

Berikut adalah masih tips mempercepat loading time website tetapi dengan pendekatan CSS

 

Membuat tampilan web responsive: dengan meta tag ‘viewport’

image courtesy http://www.quirksmode.org/

Pernah kah membuat tampilan website yang sangat bagus kelihatannnya di desktop, namun menjadi kurang ‘pas’ di browser mobile atau malah berantakan? nah buat temen-temen yang ingin membuat design web template yang fleksible di semua browser, meta tag viewport ini sangat berguna mengatasi hal tersebut.

Sebenarnya konsep viewport ini dicetuskan oleh apple (CMIIW) untuk produk2nya termasuk IOS pada ipod/iphone dan ipad, namun diterapkan juga oleh browser-browser lainnya. (Apple memang pelopor yah hehe)

Untuk gampangnya, sebagai contoh tampilan yang dilihat adalah tabel berukuran 980px. Coba langsung tambahkan kode-kode berikut diantara < HEAD>, dan apa yang akan terjadi?

< meta name="viewport" content="width=device-width" >

Ipad pada posisi landscape mempunyai resolusi 980px, dan pada posisi portrait akan memiliki resolusi 768px,maka jika ipad diputar dari landscape ke portrait. Tabel berukuran 980px akan menyusut skalanya menjadi muat di 768px, jadi bukan ukuran tabelnya yang berubah, tetapi skalanya, maka tulisannya akan terlihat mengecil.

< meta name="viewport" content="width=320" >

Ini sangat berguna jika kamu merancang tampilan khusus untuk device tertentu saja. Untuk iphone misalnya.

< meta name="viewport" content="initial-scale=1" >

Berapapun ukuran resolusi browser, tampilan akan 100%. Pada kasus ipad rotation tadi, maka tampilan akan sedikit terpotong pada mode portrait karena skalanya tetap 980px.

< meta name="viewport" content="maximum-scale=1" >

Menentukan maksimum zoom-in yang bisa dilakukan, kalo ini kan 1, berarti gak bisa di zoom-in lagi deh.

< meta name="viewport" content="user-scalable=no" >

User tidak bisa zoom-in dan zoom-out.

Satu hal lagi yang layak dicoba, meta tag viewport memungkinkan lebih dari satu content dimasukkan, cukup dipisahkan dengan tanda koma ‘,’. contohnya:

< meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1, maximum-scale=1" >

Saya setuju dengan kata-kata author dari artikel ini (yang juga jadi referensi saya untuk post ini) : Membuat tampilan web responsive, bukan semata-mata serunya melihat tampilan berubah ketika browser di besar-kecilkan resolusi-nya. Tetapi juga mengakomodasi tampilan untuk dapat tampil nyaman di bermacam device, browser dan resolusi ๐Ÿ™‚

Informasi lebih lengkap lagi juga ada di websitenya apel somplak di sini

Makasih udah baca, makasih juga udah mau nyebarin informasi yang semoga bermanfaat, makasih sekali lagi kalo mau juga klik pesan sponsor (hehe)

Selamat mencuba! Mohon koreksi kalo tulisan saya ada yang salah yah ๐Ÿ™‚

HTML: Bagaimana membuat sendiri Button Facebook dan Twitter share

Serunya kalau halaman website kita memiliki button Facebook atau Twitter, selain terlihat lebih social juga sangat membantu publikasi website. Tapi bagaimana cara membuat sendiri button Facebook dan Twitter tersebut? lanjutkan bacanya yah ๐Ÿ™‚

Continue reading “HTML: Bagaimana membuat sendiri Button Facebook dan Twitter share”