Apa Perbedaan is_single dengan is_singular

Sebarinn yukkShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest

Teman-teman yang pernah membuat template atau kondisi untuk script wordpressnya pasti pernah menggunakan fungsi is_single dan atau is_singular. Tetapi, tahukah kita dimana letak perbedaan fungsinya?

Untuk tahu lebih jelasnya kita telusuri dulu fungsi masing-masing yah.

Is_single : Checks if a single post of any post type except attachment and page post types is being displayed.

Artinya, is_single memeriksa semua single post dari post type apapun, kecuali page dan attachment. Sedangkan,

Is_singular : Checks if a singular post is being displayed, which is the case when one of the following returns trueis_single()is_page() or is_attachment()

Artinya: is_singular memeriksa semua single post termasuk is_single, is_page, dan is_attachment.

Singkat kata, jika kita memerlukan kondisi yang berjalan seperti ini:

if(is_single() || is_page() || is_attachment()) {
// lakukan sesuatu
} else {
// lakukan sesuatu
}

akan sama artinya jika kita menulisnya seperti ini:

if(is_singular()) {
// lakukan sesuatu
} else {
// lakukan sesuatu
}

Semoga cukup dapat menjelaskan perbedaan fungsi is_single dengan is_singular 🙂

Sebarinn yukkShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest